[INDONESIA-P] BALIPOST - IB Sudjana

From: apakabar@clark.net
Date: Tue Apr 08 1997 - 15:47:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id MAA18076 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Tue, 8 Apr 1997 12:34:50 -0400 (EDT)
Subject: [INDONESIA-P] BALIPOST - IB Sudjana Bantah Adanya Klik Pencopotan Kuntoro-Zuhal (fwd)

Forwarded message:
From owner-indonesia-p@indopubs.com Tue Apr 8 09:37:41 1997
Date: Tue, 8 Apr 1997 07:37:38 -0600 (MDT)
Message-Id: <199704081337.HAA03652@indopubs.com>
To: apakabar@clark.net
From: indonesia-p@indopubs.com
Subject: [INDONESIA-P] BALIPOST - IB Sudjana Bantah Adanya Klik Pencopotan Kuntoro-Zuhal
Sender: owner-indonesia-p@indopubs.com

INDONESIA-P

8 April 1997
     _________________________________________________________________
                                      
                             N U S A N T A R A
                                      
     _________________________________________________________________
                                      
   
                       IB Sudjana Bantah Adanya Klik
                       pada Pencopotan Kuntoro-Zuhal
                                      
   Jakarta (Bali Post) -
   Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben) IB Sudjana membantah
   adanya masalah klik dalam pencopotan jabatan dua dirjen di Deptamben.
   Pencopotan Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto, katanya, bukan karena kasus
   Busang.
   
   Mentamben mengatakan hal itu Senin (7/4) kemarin, seusai melantik
   pejabat Dr. Ir. Adjat Sudradjat, M.Sc. menjadi Dirjen Pertambangan
   Umum menggantikan Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto serta Dr. Ir. Endro
   Utomo Notodisuryo sebagai Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi
   menggantikan Dr. Ir. Zuhal, M.Sc., sedangkan Dr. Ir. Rozik B.
   Soetjipto yang diangkat sebagai Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral
   belum dilantik karena masih menunaikan ibadah haji. "Alih jabatan ini
   semata-mata untuk penyegaran atau tour of duty yang lazim dilakukan
   dalam sistem organisasi," kata Sudjana. Jawaban itu tentu tidak begitu
   memuaskan bagi puluhan wartawan yang menghadiri acara pelantikan itu.
   Wartawan tetap mengejar dengan berbagai pertanyaan menyangkut
   upaya-upaya pembersihan kelompok-kelompok tertentu dari departemen
   itu. Namun, pertanyaan ini ditepis oleh Sudjana. "Apakah pencopotan
   ini merupakan upaya menghabisi kelompok Habibie?" tanya wartawan.
   Pertanyaan itu pun tak dijawab.
   
   Pertanyaan-pertanyaan itu mencuat ke permukaan karena selama ini
   santer beredar isu adanya klik antara beberapa kelompok di lingkungan
   departemen itu. Antara lain adanya kelompok mantan Mentamben Ginandjar
   Kartasasmita dan kelompok Menristek Habibie.
   
   Kuntoro dan Zuhal dianggap dekat dengan mantan Mentamben Ginandjar
   Kartasasmita. Di pihak lain, ada klik Umar Said-Adnan Ganto sebagai
   orang dekat Sudjana. Perseteruan itu lalu mengkristal dengan adanya
   upaya mendepak grup pengusaha ITB dari tender-tender proyek di
   Deptamben.
   
   Klik di Deptamben sempat memanas dengan munculnya isu rekening menteri
   Rp 50 milyar. Posisi Kuntoro mulai terjepit setelah ia dengan sangat
   keras menolak desakan pihak tertentu memasukkan Barrick untuk
   menggantikan Bre-X sebagai pemegang izin prinsip Busang. Alasannya,
   dia hanya berpegang pada aturan kontrak karya.
   
   Menyusul munculnya kesalahan data kandungan emas Busang II dan III,
   posisi Kuntoro makin terdesak. Hampir seluruh kesalahan ditimpakan
   kepadanya, meski wewenangnya mengurusi tambang itu telah diambil alih
   oleh Sekjen Deptamben. Maka pencopotannya saat ini menemukan momentum
   yang tepat. Namun, Sudjana membantah sinyalemen itu. Ia berharap agar
   momen ini tidak dipolitisasi.
   
   Menurut Sudjana, proses pengangkatan kedua pejabat itu sebenarnya
   cukup ketat. Semua ini diputuskan oleh Presiden dengan memperhatikan
   masukan dari Baperjanas (Badan Pertimbangan Jabatan Nasional) yang
   dipimpin oleh Wakil Presiden, Mensekneg, Mensekab, Menpan, Kepala LAN
   (Lembaga Administrasi Negara) dan Kabakin. "Jadi, keputusan
   pengangkatan pejabat eselon I ini tidak semata-mata keputusan
   Mentamben," ujarnya.
   
   Kandungan Busang
   Mengenai hasil pengujian ulang (due diligence) kandungan emas Busang,
   Mentamben mengatakan akan diumumkan Mei. "Tunggu saja, saat ini tim
   terpadu kan masih melakukan penelitian ulang. Kira-kira Mei depan baru
   bisa diketahui hasilnya," ujarnya.
   
   Masalah kandungan emas di proyek pertambangan Busang, Kalimantan
   Timur, memang sempat menimbulkan kontroversi, karena data yang
   dilaporkan masih simpang siur. Pihak Bre-X Mineral Ltd. awalnya
   mengklaim bahwa kandungan emas di Busang mencapai 70,9 juta ons.
   
   Freeport McMoran Copper and Gold Inc. pada 26 Maret menyatakan bahwa
   hasil pemboran dan pengujian ulangnya (due diligence) di Busang
   menunjukkan kandungan emas di lokasi itu ternyata sedikit, sekitar 15
   juta ons. Jauh berbeda dengan jumlah yang disebutkan Bre-X.
   
   Pernyataan Freeport yang cukup mengagetkan itu sempat membuat panik
   para pemegang saham Bre-X dan memicu mereka untuk melepas saham secara
   besar-besaran, dengan nilai transaksi mendekati 3 milyar dolar Kanada
   di Bursa Toronto, Kanada.
   
   Chief Executive Officer (CEO) Bre-X David Walsh mengemukakan, hasil
   pengujian independen yang kini tengah dilakukan akan mengklarifikasi
   secara jelas berapa sebenarnya deposit emas di Busang. Hasil pengujian
   ini sudah bisa selesai sekitar empat minggu lagi.
   
   Mentamben ketika ditanya tentang perkembangan penelitian dan simpang
   siur data kandungan emas itu, kemarin tidak banyak berkomentar.
   "Bagaimana saya mau jawab, kan semuanya masih dalam penelitian,"
   ujarnya. Sudjana juga menolak jika pihaknya disebutkan tidak mempunyai
   data sama sekali mengenai kandungan emas di Busang. "Masak kami tidak
   punya data. Kami kan punya orang-orang pintar, doktor-doktor lagi,"
   ujarnya.
   
   Tuntut Bre-X
   Sementara itu, Presdir PT Krueng Gasui (KG) Jusuf Merukh, menuntut
   keadilan dalam pembagian Busang II dan Busang III yang selama ini
   diakui oleh Bre-X beserta PT Sungai Atan Perdana (SAP) milik Haji
   Syakerani. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers yang banyak
   dihadiri oleh wartawan dalam dan luar negeri di Jakarta (7/4) kemarin.
   
   Dalam keterangannya, Jusuf mengatakan, sebenarnya pihaknya beserta
   mitranya WAM yang pertama kali melakukan eksplorasi di Busang. Namun
   Bre-X tiba-tiba menggunakan keterangan serta bukti yang ada pada KG
   dan WAM untuk mengakui proyek Busang.
   
   "Tindakan Bre-X ini jelas melanggar KK pasal 4 ayat 2, dan Bre-X juga
   telah melakukan penggelapan, sehingga apa yang dilakukan Bre-X
   jelas-jelas merugikan kami," katanya. Karena itu, lanjut Jusuf,
   pihaknya akan menuntut Bre-X ke pengadilan, karena dia yakin akan
   keadilan yang ditegakkan di Tanah Air akan berpihak padanya.
   
   Mentamben, katanya, sudah mengerti dan telah memahami klaim dari KG
   yang bersangkutan dengan pasal 4 ayat 2 generasi keempat. Dari klaim
   ini, Jusuf mengharapkan Mentamben akan menyerahkan KK-nya pada KG
   beserta mitranya untuk menggarap proyek Busang.
   
   Namun saat ditanya kandungan emas yang ada di Busang, Jusuf Merukh
   menolak untuk mengungkapkannya. Alasannya, yang berhak memberitahukan
   kandungan emas di Busang hanyalah Bre-X yang bertindak sebagai manajer
   operasional dari Busang. (kom/ryt/071)
   
                                   [LINK]