IN/HUKUM: PMB - Kasus Ambruknya "Fl

From: apakabar@clark.net
Date: Wed Sep 04 1996 - 05:49:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.7.1/8.7.1) id IAA03821 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Wed, 4 Sep 1996 08:49:11 -0400 (EDT)
Subject: IN/HUKUM: PMB - Kasus Ambruknya "Flyover" Grogol Disidangkan

Forwarded message:
From owner-indonesia-p@igc.org Wed Sep 4 07:54 EDT 1996
Date: Wed, 4 Sep 1996 11:21:13 GMT
From: apakabar@clark.net
Message-Id: <199609041121.LAA232132@smtp-gw01.ny.us.ibm.net>
Mime-Version: 1.0
Subject: IN/HUKUM: PMB - Kasus Ambruknya "Flyover" Grogol Disidangkan
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: Windows Eudora Light Version 1.5.2
X-Sender: apakabar@clark.net (Unverified)
Sender: owner-indonesia-p@igc.apc.org
Precedence: bulk
Content-Type: text/plain; charset="us-ascii"
Content-Length: 2619

INDONESIA-P

http://www.suarapembaruan.com/News/1996/09/030996/Headline/kasus/kasus.html
Suara Pembaruan Daily
3 September 1996
     _________________________________________________________________
                                      
   
Kasus Ambruknya "Flyover" Grogol Disidangkan

   Jakarta, 3 September
   
   Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan majelis hakim yang dike-tuai M.
   Suleman SH, Selasa (3/9), mulai menyidangkan kasus ambruknya flyover
   Grogol.
   
   Penuntut Umum, Antasari Azhar SH dan M. Sidik Latuconsina SH,
   mengajukan terdakwa Byung Woo Lee (37), warga negara Korea yang
   didampingi oleh seorang penerjemah ke persidangan.
   
   Menurut dakwaan Jaksa Penuntut Umum, terdakwa bertanggung jawab atas
   ambruknya jembatan layang (flyover) Grogol yang menimbulkan korban
   jiwa dan luka parah beberapa pekerjanya, pada 20 Maret 1996.
   
   Selain itu, sebagai Deputy General Manager Superintendant PT Hanbo
   Bumi Karsa, dan sebagai manajer konstruksi, terdakwa telah lalai dan
   bersalah.
   
   Karena, pada 16 Maret 1996, yakni empat hari setelah selesai
   pengecoran jembatan layang Grogol, bentangan terminal Grogol ke Jalan
   S. Parman, terdakwa menyuruh para pekerjanya; Mandor Sarim, Udin
   Halimudin, Dapi bin Otong, Ilyas bin Sidik, Nesim bin Maat, Misin bin
   Anip, Nugraha bin Nunuk, Agus bin Anda, Andi bin Adi, Surya Jaya
   (alm), Wandi bin Otong (alm), Saman bin Emon (alm) dan pekerja lainnya
   untuk membongkar silang perancah dan basketing berupa besi yang
   berfungsi untuk menyanggah beton cor jembatan yang baru selesai itu.
   
   Maksud dicabutnya besi silang penyanggah itu, untuk digunakan sebagai
   perancah bagi jembatan lain yang akan dibangun dan dicor.
   
   Padahal, semestinya terdakwa sebagai manajer konstruksi menyadari,
   pencabutan tersebut belum waktunya. Sebab, membongkar perancah dan
   basketing dengan umur pengecoran beton (Pouring Concrete) yang baru
   empat hari, jelas belum waktunya.
   
   Hal ini dikarenakan pengecoran lantai jembatan dengan umur empat hari,
   belum bersenyawa menjadi bentangan beton yang kokoh.
   
   Akibat dicabutnya perancah tersebut, menyebabkan bentangan beton
   tersebut ambruk dan menindih para pekerja hingga beberapa orang
   mengalami luka parah, bahkan ada yang tewas.(D-9)
   
     _________________________________________________________________
                                      
   The CyberNews was brought to You by the OnLine Staff
     _________________________________________________________________
                                      
   Last modified: 9/3/96