IN/NET: Masa Depan Kompas Online

From: apakabar@clark.net
Date: Sun Oct 22 1995 - 18:02:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>

   (Kompas - Minggu, 22 Oktober 1995)
   
Kompas Online
Informasi Masa Depan
   
   
   "...membawa pembaca surat kabar ke jenis informasi dan komunikasi
   perseorangan yang baru di masa depan..." INILAH tujuan dibentuknya K
   ompas Online yang sudah berada dalam jalur information superhigway
   sejak tanggal 14 September lalu. Revolusi di bidang iptek dan
   telekomunikasi memang mengharuskan Harian Kompas memilih untuk juga
   berada di dalam jalur Internet.
   
   Banyak pertimbangan memang yang bisa diberikan kenapa Harian Kompas
   berada di dalam jaringan Internet, khususnya World Wide Web. Ada
   pertimbangan kecepatan mengakses berita-berita Harian Kompas untuk
   para pembaca d i luar Pulau Jawa, mengingat sistem transportasi yang
   tidak memungkinkan Kompas tiba pada pagi hari di wilayah-wilayah luar
   Pulau Jawa.
   
   Ada juga pertimbangan globalisasi, karena akan menjadi mahal bagi para
   pembaca setia Harian Kompas di Australia, Eropa, Jepang, atau AS untuk
   langsung berlangganan Kompas di tempat mereka. Dan belum tentu bisa
   memperoleh Kompas pada hari yang sama karena jaraknya memang terlalu
   jauh.
   
   Semua pertimbangan ini menyebabkan Kompas memutuskan untuk masuk ke
   dalam Internet dalam bentuk World Wide Web yang bisa diakses melalui
   alamat http://www.kompas.co.id/.
   
  BISNIS BARU
   
   Kompas Online yang sekarang bisa dilihat di dalam In-ternet adalah
   sama dengan apa yang diperoleh melalui Kompas cetak. Namun tidak
   disangkal bahwa dalam perkembangannya , Internet dalam World Wide Web
   akan menjadi sebuah bisnis baru.
   
   Chris Jennewin, Direktur Knight-Ridder New Media Center di San Jose,
   California, AS kepada Kompas mengatakan, surat kabar online sendiri
   memang masih menjadi percobaan, khususnya bagi San Jose Mercury News,
   harian pertama di AS yang bisa diperoleh secara elektronik melalui
   jalur telepon.
   
   Bagi sebagian orang akan bertanya apakah dengan masuknya media mass a
   cetak ke dalam jaringan Internet akan mematikan koran cetaknya
   sendiri? Anggapan ini yang dibantah John Murrell, Editor Online dari
   Mercury Center yang menerbitkan San Jose Mercury News di dalam
   Internet.
   
   "Pendekatan fundamental dalam membangun surat kabar online adalah
   terintegrasi dengan koran cetaknya sendiri," katanya. Walaupun
   demikian, Murrell menganggap perlu untuk memisahkan penerbitan online
   dari produk-produk inti surat kabar cetaknya.
   
   Ia jug a mempertimbangkan bahwa ada dua perbedaan mendasar antara
   koran cetak dan online. Koran cetak pasti lebih murah, mudah dibawa
   (portable), serta bagian-bagiannya bisa dipisah-pisahkan. bahkan ada
   lelucon, online melalui komputer tidak dapat dibawa ke kamar kecil
   seperti yang bisa dilakukan oleh suratkabar.
   
   Sedangkan online, merupakan jenis media baru dengan penyimpanan yang
   tidak terbatas (unlimited storage), bisa menyimpan informasi lebih la
   ma, serta kemampuan pencariannya yang cepat dibanding dengan koran
   cetak.
   
   Maka dengan Kompas Online, bila kita menggabungkan kedua jenis media
   secara cetak dan online, maka yang dihasilkan adalah kombinasi dari
   kedua keunggulan yang diberikan masing-masing dari kedua jenis media
   ini.
   
  KOMERSIAL
   
   Pertanyaan yang juga munc ul adalah apakah ada iklan di dalam jaringan
   Internet, khususnya dalam halaman-halaman (page) komersial yang se
   karang bermunculan dengan pesat di berbagai dunia.
   
   Jean Edwards, Advertising Manager Mercury Center mengatakan bahwa
   semua orang sebenarnya bisa menempatkan apa saja dalam World Wide Web.
   Sehingga, lanjutnya, web site harus selalu diperbaharui sepanjang
   hari, harus aktual, dan mempunyai nilai bagi yang menggunakan atau
   mengunjunginya.
   
   Di sisi lain, Jean Edwards tidak percaya bahwa di masa yang akan
   datang, online advertising akan menggantikan kedudukan iklan
   tradisional, walaupun bentuk iklan Internet mempunyai sifat interaktif
   yang memberikan peluang pada pemasang iklan untuk langsung berhubungan
   dengan pelanggan-pelanggan potensial.
   
   Sedangkan untuk struktur harga online advertisement, Mercury Center
   menggunakan format yang digunakan pemasang iklan melalui siaran radio
   atau pemasangan billboard. "Karena memang sampai sekarang tidak ada
   bisa memastikan berapa banyak orang yang berkunjung ke web site Anda.
   Dan saya kira ini masih dalam taraf lingkungan litbang untuk
   menetapkan seberapa besar sebenarnya harga yang memadai untuk online
   advertisement," kata Edwards.
   
  EDISI INGGRIS
   
   Ada pertimbangan lain yang juga sedang dipersiapkan oleh Kompas Online
   dan diharapkan akan segera bisa terlaksana pada awal bulan November
   mendatang.
   
   Untuk memperluas khalayak pembaca Kompas Online, maka dipertimbangkan
   juga untuk memberikan edisi bahasa Inggris. Karena, dari 30 juta
   pengguna Internet yang sekarang ada, sudah bisa dipastikan sekitar
   lebih dari 70 persen adalah mereka yang berbahasa Inggris. Untuk
   kepentingan ini, Kompas Online akan memilih sekitar empat berita
   setiap harinya dari Harian Kompas yang akan disajikan dalam bahasa
   Inggris. Dari beberapa e-mail yang masuk ke Reda ksi Kompas Online,
   ada beberapa permintaan yang menginginkan agar ada berita-berita yang
   disampaikan dalam bahasa Inggris.
   
   Dalam perkembangan selanjutnya, karena memang membutuhkan waktu untuk
   mempersiapkannya, Kompas Online juga akan menyediakan berita-berita
   Harian Kompas yang terbit lima tahun lalu.
   
   Dengan memberikan fasilitas akses seperti ini, diharapkan akan
   memudahkan para peneliti dan pengamat Indonesia untuk melakukan
   berbagai kajian tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kurun
   waktu tersebut.
   
   Dan kembali lagi sesuai dengan persiapan yang dilakukan Kompas Online,
   bahkan suatu waktu pun akan tersedia berita-berita yang termuat di
   Harian Kompas untuk kurun waktu 10 tahun lalu, 15 tahun lalu, 20
   tahun lalu, dan seterusnya.
   
   Sejak pertengahan bulan September lalu sampai tulisan ini diturunkan,
   setidaknya ada sekitar 2.000 orang pengguna jasa Internet yang masuk
   ke web site Kompas Online setiap harinya. Angka ini memang
   mengejutkan, karena sec ara resmi memang belum pernah diumumkan bahwa
   Harian Kompas sudah bisa diakses pada World Wide Web.
   
   Kompas Online adalah jenis informasi dan komunikasi baru dalam sejarah
   perkembangan media massa di Indonesia. Dan sifatnya adalah saling
   menjadi pelengkap menghadapi dunia yang sudah tidak lagi mengenal
   batas-batas ruang dan waktu dalam era globalisasi sekarang ini .(Rene
   L. Pattiradjawane)